DIGITAL ADVERTISING (BUKAN UNTUK MASTAH) Part I
Tulisan ini saya buat agar teman-teman bisa mudah untuk memahami digital advertising. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dalam dunia digital marketing. Juga hasil dari diskusi bersama teman-teman yang aktif di dunia digital.
Oke, Mari kita mulai!
Bagian Satu
Digital advertising adalah salah satu bagian dari seni berwirausaha. Seni berwirausaha yang begitu kompleks. Sebelum era digital, advertising sudah dilakukan dan diterapkan oleh para pengusaha. Mungkin sejak purbakala. Para pengusaha melakukan advertising dalam bentuk fisik. Baik melalui media koran, majalah, baliho, dan poster. Yang lebih jadul lagi, pengusaha menggunakan forum-forum untuk advertising.
Adverstising berasal dari Bahasa Latin, jelas ya, tidak mungkin dari bahasa Jawa atau bahasa Sunda. Awalnya berasal dari kata ad-vere artinya: “mengoperkan pikiran atau ide atau gagasan kepada pihak lain.
Secara konsep awal, digital advertising sama saja dengan advertising konvensional lainnya. Pakemnya sama, yaitu memberikan gagasan dan mengajak orang lain secara persuasif. Memberikan gagasan dan mengajak orang melalui tulisan, gambar, maupun video.
Nah, advertising dalam dunia digital, alias digital advertising mengalihkan media tulisan, gambar, dan video dalam bentuk digital, disebarkan secara digital.
Digital advertising mulai marak dan dilirik oleh para pelaku usaha seiring semakin banyaknya interaksi manusia dalam dunia maya, dunia digital. Terlebih saat media sosial sudah sudah berkembang.
Hari ini sosial media semakin dekat dengan seluruh orang. Tidak dapat dipisahkan dengan perilaku sehari-hari. Media sosial seperti facebook, twitter, dan Instagram, sangat masif digunakan. Dalam sehari pengguna media sosial tersebut menghabiskan waktu tak kurang dari 4 jam di depan layar gadgetnya.
Lanjut ke bagian dua
Komentar
Posting Komentar